News

DPR Nilai Kasus Siswa di NTT Jadi Alarm Serius Bagi Negara dalam Pemenuhan Hak Anak

Ini harus menjadi alarm serius bagi negara

Jakarta (KABARIN) - Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania menilai kasus bunuh diri siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menjadi alarm serius bagi negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak pendidikan anak.

“Ini harus menjadi alarm serius bagi negara. Contoh potret yang buruk bagi dunia pendidikan, termasuk hak-haknya,” kata Ina, dikutip di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan keprihatinan atas kasus siswa kelas IV SD berinisial YBS yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan pena dengan harga kurang dari Rp10.000. Menurut Ina, peristiwa seperti ini seharusnya tidak terjadi jika negara benar-benar hadir melindungi anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur III yang meliputi Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo itu menegaskan bahwa negara sebenarnya sudah mengalokasikan anggaran pendidikan dalam jumlah besar. Selain itu, berbagai bantuan sosial juga disalurkan melalui sejumlah kementerian untuk masyarakat miskin. Dengan kondisi tersebut, menurut dia, kejadian tragis seperti ini semestinya bisa dicegah.

Ina juga menyoroti peran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam memastikan perlindungan bagi anak-anak rentan, terutama yang tinggal di daerah. Ia menilai evaluasi perlu dilakukan, mengingat sebelumnya juga pernah terjadi sejumlah kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Ngada.

Menurut Ina, penelusuran akar persoalan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi ekonomi keluarga hingga lingkungan sosial tempat anak tersebut tumbuh. Langkah ini penting agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Di sinilah peran Kementerian PPPA dituntut, bagaimana melakukan perlindungan anak sejak dini, baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar juga menanggapi kasus tersebut. Ia menilai peristiwa bunuh diri siswa SD di Ngada itu harus menjadi pengingat keras bagi semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi di sekitar.

“Ya, ini harus menjadi cambuk ya,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (3/2) malam.

Selain itu, Cak Imin mengatakan kejadian ini seharusnya membuka mata semua pihak agar lebih mudah dimintai tolong oleh siapa pun yang sedang mengalami kesulitan. Kasus ini menjadi refleksi bahwa masih ada anak-anak yang terjebak dalam situasi sulit, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: